Katakan
Demi ancaman
Terlebih dendam
hanya ajarkan budaya tata adat
hanya ajarkan sikap santun yang kisat

Cukup. Tak usah alibi
jika senyum untukku
timbulkan lara
lantas berapa lara yang sudah terukir
di sana pun tak hanya sekali
dua kali tergores

Sudah. Sudahi sajalah
ku tak ingin ada cerca
ku tak ingin ada benci
ku tak ingin ada maki
bila memang begini hadirnya, menghilanglah
sampaikan pada bunga tidur yang nyata

selalu harap bungsu jalan kami
namun apalag daya ketika waktu
berkehendak; kalian menetas
ku kan diam hingga senja menjelang
Berdiri.
di Tepi.
Sendiri.
Menanti.
Oh bayangmu, Kawan Bayangan

Author

Personal blog of Fina, I just start what I wanted and I blog about poetry, article, all about library and writings my trip holiday. I hope you like it.

Related Posts

1 comment :

© Since 2015. The Journey by Fina Maulidina

Scroll to Top